Semarang (28/12) - Adanya minggu tenang bagi mahasiswa dan libur hari Natal disertai cuti bersama, menyebabkan kawasan Ngesrep-Tembalang terlihat lengang. Kawasan yang biasanya dipadati oleh para pelajar, pekerja dan pelaku bisnis ini, terlihat sepi ibarat "kota mati".
Sepinya kawasan Tembalang dikeluhkan oleh para supir angkutan umum. Mereka yang biasanya mampu menghasilkan uang kurang lebih Rp 100.000,00 sampai Rp 120.000,00 per harinya, kini hanya mampu memperoleh uang sebesar Rp 50.000,00 sampai Rp 60.000,00 per harinya.
![]() |
| Angkutan umum berhenti di kawasan Ngesrep |
Ngadiran menambahkan, sepinya kawasan Tembalang membuat supir angkutan umum menjadi malas bekerja. Biasanya angkutan yang membawa penumpang dengan jalur Ngesrep, Kampus Undip dan Banjarsari ini, beroperasi sejak pagi. Namun, karena sepinya penumpang, banyak supir angkutan umum yang memilih beroperasi antara siang sampai sore hari. Pemilik mobil angkutan pun tidak menjadikan ini sebagai masalah, karena mereka sudah paham mengenai hari-hari tertentu yang menyebabkan angkutan sepi penumpang.
![]() |
| Pak Ngadiran, salah satu supir angkutan umum |
Seluruh gambar diambil pada, Jum'at, 28 Desember 2012, kawasan Ngesrep, Semarang, oleh Farisa Dian Utami.


Berita yang menarik, rata-rata setelah mahasiswa mengetahui bahwa akan datang hari libur, beberapa hari sebelumnya mereka sudah memesan tiket kereta atau tiket pesawat.
BalasHapusAda pula yang mengatakan bahwa ketika datang hari libur, kawasan Tembalang sepinya mirip kuburan.
[Danny Andrianto, Semarang]
iya, mirip kuburan.
Hapusperekonomian tembalang sekarang tergantung mahasiswa.
kalo mahasiswanya pulang, yaudah, sepi.
"roda"nya enggak jalan. hehe
butuh inovasi. Tembalang juga tempatnya anak-anak muda kreatif yang dibutuhkan kontribusinya untuk mengubah paradigma kota mati. sehingga masa liburan bukan lagi menjadi penyebab berkurangnya omset angkot, tempat usaha, dll.
BalasHapusjadi, selama ini bisa dibilang, orang-orang yang "tinggal" di tembalang hanya berdasarkan faktor "kepepet" bukan kesukaan, jadi jika ada kesempatan "pergi" mereka akan "pergi" :)
Hapusberarti supir2 angkot tersebut sudah mengalami kejadian seperti itu dari bertahun2 sebelumnya ya? semoga mereka sudah berpengalaman dan mampu mengatasi keuangan mereka
BalasHapusaminnn. hihi :)
Hapusmemang tembalang ramai hanya karena ada mahasiswa saja
BalasHapusWaaa yaampuuun ckckc
BalasHapusmenurut saya Tembalang itu Kota Mahasiswa.. ga ada mahasiswa ya ga ada orang :))
BalasHapusTembalang kota perantauan sih. isinya mahasiswa dari seluruh Indonesia, jelas aja sepi kalau udah mulai musim liburan :D
BalasHapusiyaaa, gacuma supir angkot, tempat makan semacem warteg juga pada tutup lapak, jadi sebenernya kasihan yang masih stay dan ga pulkam, terancam kelaparan hehe
HapusTembalang bisa "hidup" ya karena ada mahasiswa...kalo supir angkutan itu emang trayeknya udah di tembalang, brati mereka harus punya cara kreatif selama mahasiswa pulang kampung. Agar pendapatan nggak menurun drastis...
BalasHapuswaaaah iya aku pernah ngalamin dikos pas jaman2 sp puasa akhir-akhir udah pada pulang , sepi nyet , yang jualan kuliner juga berkurang ,beneran kaya kota mati .__.
BalasHapusmenurut saya nggak juga, masih bnyak mahasiswa yg stay d tembalang ataupun bolak blik tmblang, keperluan mereka bermacam2 kok, ada yg sdang menjalani semester pendek ada jg yg ketemu dosbing guna menyelesaikan studi akhirnya, tembalang itu slalu ramai kecuali libur lebaran :))
BalasHapusmungkin problem sebenarnya, mahasiswa ogah-ogahan naik angkot, mending nebeng hihi
HapusBener banget, tapi sebenernya lebih enak kalo sepi, asal masih ada warteg yg buka.. hehe..
BalasHapusSalam kenal..
ismailhidayat.com